JAKARTA - Ini 4 bus pariwisata yang gagal menjadi bus AKAP yang menarik untuk Anda perhatikan.
Pasalnya bus AKAP atau Bus Antar Kota Antar Provinsi didefinisikan sebagai moda transportasi yang menghubungkan dua kota berada, pada provinsi yang berbeda.
Para pengusaha bus pun berlomba-lomba melebarkan usahanya demi meraup keuntungan. Cara yang dilakukan pengusaha dengan merubah kategori atau divisi bus.
Seperti, Bus AKAP bermain di Bus Pariwisata dan sebaliknya, Bus Pariwisata bermain di Bus AKAP.
Lantas apa saja bus Pariwisata yang gagal menjadi Bus AKAP, penasaran? Simak ulasan berikut ini, seperti dikutip dari Youtube hr project, Kamis (24/8/2023).
Ini 4 Bus Pariwisata yang gagal menjadi bus AKAP
1. Bus Sinar Jaya
Markas bus ini terletak di Kalimalang, Cibitung, Cikarang Barat. Bus ini beroperasi di Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
PO Sinar Jaya merupakan bus pertama kali yang menjadi pariwisata dan melayani jemputan karyawan, serta menunggangi AKDP dengan jurusan Bekasi-Bogor dan AKAP menuju Jawa Tengah.
Bus ini juga melayani jemputan karyawan di wilayah kawasan industri Ejip dan Jabobeka Cikarang bersaing dengan Hiba Utama.
Pada akhirnya, sekitar 2000an PO Sinar Jaya digantikan oleh Sinar Jaya Langgeng Utama sebagai Bus Pariwisata. Saat ini, Bus PO Sinar Jaya hanya berfokus di AKDP dan AKAP.
2. Bus Brillan
Bus berasal Banyumas, Jawa Tengah ini merupakan pencetus pertama sleeper bus di Indonesia. Kehadiran pada Juli 2016 menjadi perhatian dan membuat penasaran.
Bus ini menggunakan sasis RK 260 2013 yang dibaluti dengan bodi Jetbus 2 Plus dariAdiputro.
Bus yang menawarkan fasilitas, yakni 20 tempat tidur berukuran 185 x 85 cm dengan bantal dan selimut yang tersusun rapih ini memiliki rute Jakarta-Wonosobo melalui Purwokerto, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Sayangnya, bus ini tidak memiliki umur panjang, tercatat tidak sampai setaun mereka beroperasi. Dikarenakan alasan perizinan dan keselamatan.
Bus ini merupakan armada bekas yang dimodifikasi. Izin awal bus ini, yakni berbangku standar dan izin trayek tidak ada dikarenakan statusnya merupakan pariwisata.
Bus Brilian tetap beroperasi sebagai Bus Pariwisata dengan konfigurasi bangku normal.