Namun, apabila tangki pemberat hanya diisi dengan air sebagian, berat kapal laut menyamai gaya angkat laut. Akibatnya, kapal selam tidak bergerak turun atau bergerak naik (melayang).
Selain dirancang untuk mengapung, melayang, dan tenggelam dalam air, bentuk badan kapal selam juga dirancang untuk dapat menahan kedalaman air laut yang berarus sangat deras sehingga dapat bergerak di dalam laut.
Selain kapal selam, gaya Archimedes juga banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada pembuatan kapal laut. Perut kapal laut harus memindahkan air laut yang banyak agar gaya angkat air lebih besar daripada berat kapal dan penumpang.
Walaupun kapal terbuat dari kayu atau besi yang memiliki massa jenis lebih besar daripada air, kapal tetap dapat terapung. Penyebabnya adalah kapal dibuat berongga.
Adanya rongga menyebabkan kapal menjadi lebih ringan, sementara jumlah air laut yang didesak oleh perut kapal sangat besar. Akibatnya, kapal bisa terapung meskipun membawa muatan yang sangat berat.
(Martin Bagya Kertiyasa)