Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Klakson Telolet Kembali Heboh, Rian Mahendra Beri Peringatan Tegas

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 13 Juni 2023 |22:16 WIB
Klakson Telolet Kembali Heboh, Rian Mahendra Beri Peringatan Tegas
Ilustrasi. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA – Akhir-akhir ini kerap melintas bus dengan klakson “telolet” atau basuri. Tren klakson telolet sempat redup dan kembali jadi perbincangan di media sosial itu ditanggapi Rian Mahendra.

Pemilik PO MTI ini mengungkapkan, klakson telolet memang menghibur namun menyimpan bahaya tersendiri pada kendaraan dan juga orang di pinggir jalan. Rian menilai, ada oknum yang terlalu berlebihan yang tidak memikirkan keselamatan orang lain.

Menurutnya, tren klakson basuri harus diimbangi dengan edukasi kepada anak agar tidak berada di pinggir jalan untuk minta klakson.

“Itu bahaya banget. Itu yang harus diawasi dan di kontrol,” kata Rian saat ditemui di Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Menurut dia, klakson telolet yang semula untuk menghibur pada akhirnya jadi membahayakan karena tidak dibunyikan di tempat yang aman agar tidak membahayakan siapa pun.

“Basuri sendiri faedahnya membahagiakan orang. Bisa jadi pahala juga buat pengemudinya. Tapi juga bisa tidak ada faedahnya. Klakson itu apa pun nada bunyinya tetap mengagetkan banyak orang,” ujarnya.

Tren klakson basuri juga pernah ditanggapi oleh Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan. Pria yang akrab disapa Om Sani itu menilai evoria klakson basuri terlalu berlebihan.

“Bisa kita lihat di media sosial, bus lagi turun, di mana itu membutuhkan angin untuk pengereman tapi dia klakson telolet, itu mengurangi angin,” kata Sani kepada MNC Portal beberapa waktu lalu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement