Meskipun banyak orang sudah menggunakan ChatGPT dan bot AI serupa untuk meningkatkan pekerjaan profesional mereka, ingatlah bahwa mereka juga setelahnya akan mengalami masalah, contohnya adalah karyawan Samsung.
Mereka tanpa sengaja telah membocorkan data rahasia perusahaan saat mencoba menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka dalam bertugas. Parahnya lagi, ini terjadi berulang dalam jangka waktu sebulan.
Beberapa karyawan tersebut justru turut memasukkan data rahasia, untuk membantu memperbaiki masalah dengan kode sumber mereka. Data tersebut kini dipegang OpenAI dan pada akhirnya mereka harus menerima sanksi dari perusahaan.
Jadi, gunakan ChatGPT sewajarnya. Tetap berpegang pada informasi yang lebih umum, tanpa harus membagikan data yang sensitif ke AI.
(Martin Bagya Kertiyasa)