Penelitian ini membuktikan bahwa ada kemiripan komunikasi antara hewan dengan manusia. Berdasarkan hasil studi peneliti menyimpulkan struktur komposisi bahasanya mungkin tidak berevolusi secara de novo dalam garis keturunan manusia.
Justru, blok bangunan kognitif simpanse yang memfasilitasi sintaksis, kemungkinan telah ada sejak zaman nenek moyang terakhir simpanse. Peneliti juga menduga bahasa yang digunakan simpanse merupakan semacam pendahulu bagaimana bahasa manusia berevolusi.
Dengan penelitian ini, mulai mengubah pandangan ilmuwan tentang sintaksis manusia. Hal ini dapat membantu memperkuat ikatan antara evolusi manusia dan hewan simpanse.
(Martin Bagya Kertiyasa)