Zebroid (Zebra dan Kuda)

Zebroid berpenampilan seperti hewan yang sudah dikawin silangkan, di mana tetap terdapat bulu belang zebra murni. Namun, sebagian besar persilangan tersebut, tidak memiliki bulu yang sepenuhnya bergaris, sebaliknya, garis-garis tersebut biasanya ditemukan hanya pada kaki atau area tubuh yang tidak berwarna putih. Hal itu tergantung pada genetika induk non-zebra.
Geep (Kambing dan Domba)

Hewan persilangan antara Kambing dan Domba ini terlihat sangat menggemaskan, dan juga rupanya cukup langka. Sejumlah ahli memperdebatkan apakah geep benar-benar hasil kawin silang atau hanya domba dengan kelainan genetik.
Lagipula, karena kambing dan domba membawa jumlah kromosom yang berbeda, konsepsi lintas spesies hampir tidak mungkin terjadi. Bila itu terjadi, sangat sedikit bayi yang lahir cukup bulan, bahkan sedikit yang bisa bertahan hidup
Cama (Untuka dan Llama)

Cama diciptakan untuk menghasilkan hewan yang lebih layak secara ekonomi, dibanding salah satu induknya. Biasanya persilangan tersebut dilakukan melalui inseminasi buatan. Itu merupakan cara terbaik dan teraman untuk membiakkan mereka, karena unta dromedaris jantan dapat memiliki berat enam kali lebih banyak daripada llama betina.
Camas tak memiliki punuk unta dan ditutupi bulu yang lembut dan mirip dengan llama. Hewan tersebut dibiakkan dengan maksud untuk menciptakan hewan penghasil wol besar yang kuat dan cukup jinak untuk digunakan sebagai hewan beban di iklim gurun.
(Martin Bagya Kertiyasa)