Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Terror Bird, Burung Predator Purba yang Sempat Jadi Puncak Rantai Makanan

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Senin, 17 April 2023 |18:00 WIB
Mengenal Terror Bird, Burung Predator Purba yang Sempat Jadi Puncak Rantai Makanan
Mengenal Terror Bird, Burung Predator Purba yang Sempat Jadi Puncak Rantai Makanan
A
A
A

Terror Bird merupakan predator berbulu berkaki dua dengan sayap kecil yang menguasai hutan dan dataran Amerika Selatan tak lama setelah dinosaurus mati. Pada zaman itu, hewan ini sempat menjadi puncak rantai makanan karena kebuasannya.

Dikutip dari AZ Animals, burung raksasa yang tidak bisa terbang ini, dicirikan memiliki paruh besar seperti senjata. Meskipun ukurannya besar, Terror Bird dapat berlari lebih cepat dari kuda yang ada saat ini.

Terror Bird memiliki nama ilmiah Phorusrhacos, dari genus besar burung yang tidak bisa terbang. Namanya memiliki arti “pembawa kain” dalam bahasa Latin untuk beberapa alasan yang tidak diketahui.

Namun, nama Terror Bird lebih umum digunakan untuk kelompok burung karnivora mengerikan yang menguasai ekosistem Amerika Selatan antara 60 juta dan 2 juta tahun yang lalu.

Phorusrhacos memiliki tinggi lebih dari 3 meter saat berdiri. Sehingga tidak diragukan lagi, burung ini menjadi salah satu predator puncak di wilayahnya dan mempertahankan tempat itu sampai predator besar lainnya seperti Harimau Saber-Tooth pindah ke Amerika Selatan dari Utara.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa Terror Bird mungkin memiliki berat sekitar 130 kilogram. Burung ini memang tak bisa terbang, tapi tidak seperti burung unta yang memiliki kepala dan paruh yang relatif kecil. Kepala Terror Bird cukup besar, dan memiliki paruh menakutkan yang terlihat seperti burung pemangsa modern seperti elang.

Sayap kecil Phorusrhacos membuat burung itu tidak bisa terbang. Namun, sayapnya memiliki cakar tajam tidak biasa yang juga bisa digunakan sebagai senjata. Tapi mungkin senjata paling tangguh yang dimilikinya adalah paruh seperti kapak yang bisa merobek dan membunuh mangsanya seketika.

Phorusrhacos memiliki kaki kurus panjang yang beradaptasi untuk berlari. Kaki mereka memiliki sisik tebal dengan cakar yang tajam untuk menyerang mangsa. Langkah burung yang sangat panjang dan jantung yang besar memungkinkan burung tersebut dapat berlari lebih cepat daripada kuda.

Terror Bird adalah predator puncak yang mematikan pada masanya. Bukti fosil menunjukkan bahwa semua Phorusrhacids adalah karnivora. Lekukan ke bawah di ujung paruhnya yang kuat mirip dengan burung pemangsa modern.

Seperti banyak spesies burung yang masih ada dengan paruh seperti ini, kemungkinan besar mereka menggunakan paruhnya untuk mencungkil daging dari mangsanya. Awalnya, para ilmuwan mengira Phorusrhacos bisa menangkap mangsa dengan mulutnya dan menggoyakannya dari sisi ke sisi.

Namun, penelitian yang cermat terhadap tengkorak dan otot leher burung ini menunjukkan bahwa hewan ini tidak dapat melakukan itu. 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement