Namun, ini bukan hanya soal melihat data. Data tersebut harus dikalibrasi dengan cara yang sama. Dengan menggunakan pengukuran presisi tinggi Hubble sebagai standar, para peneliti dapat melihat bahwa efeknya memang nyata.
"Ketika semuanya dikalibrasi, kami melihat dengan jelas kalau spektrumnya konsisten di semua misi. Hal ini dimungkinkan karena kami memiliki titik referensi yang sama, dari Hubble, tentang laju transfer energi dari atmosfer yang diukur selama beberapa dekade," pungkas Ben-Jaffel.
Data yang dikumpulkan selama puluhan tahun menunjukkan bahwa fenomena hujan es ini selalu terjadi di planet Saturnus. Penemuan ini mungkin akan berguna untuk mempelajari dan menemukan eksoplanet (planet luar tata surya).
(Andera Wiyakintra)