Model mesin pembelajaran baru tersebut sudah dikembangkan untuk mencegah penipu mengunggah gambar dengan nomor telepon palsu yang dilapiskan.
Penipu tersebut bertujuan untuk menipu korban yang tidak curiga agar menghubungi mereka alih-alih bisnis yang sah. Model AI bisa mendeteksi gambar semacam itu dengan menganalisis detail visual serta tata letak spesifiknya.
"Penipu mulai melapisi nomor telepon yang tidak akurat di atas foto yang dikontribusikan, berharap untuk mengelabui korban yang tidak menaruh curiga agar menelepon si penipu alih-alih bisnis yang sebenarnya," ucap Ashish Gupta, direktur teknik Google untuk konten yang dibuat pengguna, seperti yang dikutip dari Gadgetsnow.
Kemudian pada postingan blog Google, Gupta juga mengatakan, bahwa Google menggunakan AI untuk menghilangkan jutaan konten palsu yang dikirimkan pengguna dari Google Maps pada tahun 2022 lalu.
Upaya tersebut termasuk 115 juta ulasan pelanggaran kebijakan, 200 juta foto berkualitas rendah, dan 7 juta video yang tidak pantas.