Galaxy A dan M Series

Smartphone ini ditujukan untuk kelas menegah, dengan menyasar mereka yang tak bisa membeli model premium, yaitu S Series. Saat ponsel ini diperkenalkan, sebenarnya banyak orang membelinya, tetapi setelah dua atau tiga hari ponsel tersebut mulai mengalami masalah.
Masalah utamanya adalah ponsel ini melakukan reboot secara tiba-tiba. Chipset Exynos yang digunakan di ponsel ini tampaknya menjadi sumber masalah. Konsumen tidak puas karena ponselnya relatif baru.
Mengingat Samsung adalah merek besar dan terkenal, tingkat kualitas dari smartphone Galaxy A dan M Series tidak dapat diterima. Bahkan, performa smartphone ini dianggap cukup mengecewakan.
Samsung memiliki banyak pesaing saat itu, seperti Redmi, Vivo, Oppo, dan OnePlus, dan semua merek ini justru menawarkan performa ponsel dan layanan yang lebih baik daripada Samsung dengan harga yang lebih murah.
Galaxy Fold 2019

Ponsel ini merupakan smartphone pertama yang mengusung konsep lipat dengan layar berukuran besar. Diluncurkan pada 2019 lalu, Galaxy Fold generasi berhasil mengejutkan banyak orang karena inovasinya.
Tetapi ketika orang-orang mulai menggunakannya, mereka merasa kecewa. Smartphone ini dibanderol dengan harga yang sangat tinggi, jadi semua orang tentu mengharapkan kualitas terbaik.
Tapi, rasanya satu-satunya hal positif dari smartphone ini adalah layarnya yang lebar, tidak ada yang lain. Kualitasnya tidak sesuai standar, perangkat kerasnya rapuh, dan ponselnya tidak sebanding dengan harganya.
Galaxy Gear

Galaxy Gear dirilis pada 2013, dan merupakan jam tangan pintar pertama garapan Samsung. Smartwatch ini diciptakan untuk menandingi Apple Watch yang sudah sangat populer di seluruh dunia dengan menawarkan berbagai fitur canggih di dalamnya.
Terlepas dari desain dan fiturnya yang mengesankan, Galaxy Gear dikritik karena daya tahan baterainya yang buruk, fungsionalitas yang terbatas, dan harga yang mahal. Ini menyebabkan perangkat tersebut gagal mencapai kesuksesan komersial.
(DRA)
(Andera Wiyakintra)