Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PO Bus yang Diprediksi Akan Bangkrut, Telat Peremajaan Armada

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2023 |19:46 WIB
PO Bus yang Diprediksi Akan Bangkrut, Telat Peremajaan Armada
Ilustrasi. (Foto: Dok.Okezone)
A
A
A

3. Aladdin

Aladdin yang merupakan perusahaan otobus asal Ciamis ini pernah berjaya di era 1980-1990-an. Akan tetapi karena terjadi krisis moneter PO Aladdin akhirnya mengalami kemunduran yang sangat signifikan.

Parahnya lagi trayek yang dilalui Aladdin kini sudah padat dengan PO-PO lainnya seperti Budiman dan Primajasa yang memaksa Aladdin membagi penunpangnya. Saat ini Aladdin melayani rute Tasik-Cirebon-Semarang dengan menggunakan bus tiga per empat.

4. Madona

Semula PO Madona merupakan PO bus favorite bagi warga Karang Ampel. Tapi seiring berjalannya waktu, saingan mulai memberikan fasilitas yang lebih untuk kenyamanan penumpang sementara Madona masih menawarkan fasilitas itu-itu saja.

Semua bus Madona beroperasi di kelas ekonomi atau non AC. Meskipun bus ini terkenal cepat, namun rupanya Madona tidak diminati lagi oleh masyarakat karena dinilai tidak bisa memberi fasilitas yang layak.

5. Menara Jaya

Menara Jaya dahulu merupakan bus yang cukup dikenal di daerah Pemalang, Jawa Tengah. Tetapi sekarang bus Menara Jaya hanya bisa dilihat hanya di jam-jam tertentu saja karena armadanya kini sangatlah terbatas.

Selain armadanya yang sedikit, bus Menara Jaya juga tampak tua dan bahkan ada beberapa orang yang memberikan julukan bahwa bus Menara Jaya merupakan rongsokan. Hal ini yang membuat nama Menara Jaya mulai meredup.

6. Santoso

Santoso adalah PO asal Magelang yang berdiri pada tahun 70-an. PO yang didirikan oleh seorang dokter ini punya trayek andalan, yakni Jogja-Semarang. Hingga pada tahun 2000-an eksistensi PO ini mulai redup karena banyak trayek yang membuka trayek yang sama dan memilih bus lain.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement