JAKARTA – Profesi sopir taksi kerap dipandang sebelah mata. Pekerjaan juga sering ini dicap rendahan, padahal ada banyak pundi-pundi yang bisa didapatkan apabila rajin dan cekatan selama menjalankan tugas.
Gaji sopir taksi rata-rata mencapai Rp2-6 juta untuk kelas reguler. Tapi untuk kelas premium, upah yang didapatkannya bisa lebih tinggi. Mengingat tarif yang dibebankan ke pelanggan lebih tinggi.
Saat ini, perusahaan taksi yang menyediakan kelas premium adalah Bule Bird, dengan armada Silver Bird. Unit yang digunakan saat ini Toyota Alphard, Mercedes-Benz C200, dan Tesla Model X.
Tarif taksi Silver Bird dengan armada Toyota Alphard dan Mercedes-Benz C200 lebih murah dibandingkan unit Tesla Model X. Tetapi, sistem upah yang diberikan perusahaan sama seperti sopir taksi Blue Bird.
“Sama saja kalau di Blue Bird, semuanya sistem bagi hasil. Kecuali yang rental bulanan, itu dia digaji. Kalau Sopir Blue Bird, Silver Bird, rental (Golden Bird), sama sistemnya 60% buat perusahaan, 40% buat kita,” kata Bambang sopir taksi Blue Bird kepada MNC Portal.
Bambang mengakui hasil yang didapatkan oleh sopir taksi Silver Bird lebih besar karena argo yang lebih tinggi. Namun, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar juga semakin tinggi, mengingat kapasitas tangkinya yang besar.
“Mereka pusing pas beli bensin saja. Kalau lagi ramai (penumpang) mereka bisa bawa pulang banyak uang. Tapi kalau sepi, ya, sama saja kaya sopir Blue Bird biasa. Apalagi beli bensinnya banyak mereka,” ujar Bambang.
Sementara untuk taksi listik menggunakan Tesla Model X, biaya untuk melakukan pengisian ulang daya juga ditanggung oleh pengemudi. Namun, sistem pembayarannya masih sama seperti yang lainnya.