Kemudian ban masukan ke dalam mesin cetakan dengan suhu tinggi. Proses pemasakan ban dengan suhu tinggi disertai dengan proses pencetakan membuat karet kompon menjadi matang serta mengeras dan membentuk pola sesuai pada cetakan mesin.
Dari sisi tampilan, perbedaan vulkanisir panas dan dingin cukup terlihat jelas. Untuk vulkanisir panas lebih mirip dengan ban asli pabrikan, sementara vulkanisir dingin terlihat sedikit berbeda.
Meski tampilan ban vulkanisir seperti ban baru, karena berasal dari ban bekas, kualitas ban vulkanisir tentu tidak bisa disejajarkan dengan ban yang baru.
Karena kabarnya ban jenis tersebut hanya memiliki kualitas 60-70 persen dibanding ban normal. Namun, ban tersebut memiliki keunggulan dari sisi harga, yakni terpaut jauh lebih murah dibanding ban asli pabrikan.
(Citra Dara Vresti Trisna)