Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mantap! PO Bus Pemilik Sleeper Terbanyak, Pertama di Indonesia

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Sabtu, 31 Desember 2022 |22:21 WIB
Mantap! PO Bus Pemilik Sleeper Terbanyak, Pertama di Indonesia
PO Borlindo. (Foto: SC YouTube/Adriawan Pratikno)
A
A
A

JAKARTA – Perusahaan Otobus (PO) selalu berusaha meningkatkan pelayanannya dengan menghadirkan bus baru yang memiliki beragam kelas. Salah satunya PO bus Borlindo yang meluncurkan bus double decker terbarunya dengan konsep yang unik.

Bus tingkat ini dibuat oleh karoseri tentrem dengan menggunakan bodi Avante D2 dengan ciri khas floating roof (atap mengambang). Tampilan kaca depan yang lonjong juga membuat pandangan penumpang di kabin atas menjadi lebih luas.

Pada bagian luar, bodi bus PO Borlindo memiliki warna dominan putih dengan grafis merah yang dikombinasikan dengan biru. Di bagian belakang tampak logo mahkota raja khas Borlindo dan Pulau Sulawesi yang menjadi asal perusahaan tersebut.

Bus yang dialokasikan untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di wilayah Sulawesi itu juga menggunakan tameng pada kaca bagian atas. Fungsi tameng ini adalah untuk melindungi kaca dari ranting-ranting pohon yang menjuntai hingga bawah.

Bodi Avante D2 besutan Tentrem memiliki ketinggian 4,08 meter, berbeda dengan karoseri lainnya yang memiliki tinggi 4,12 meter hingga 4,13 meter. Kendati begitu, kabinnya masih terasa tinggi dan nyaman bagi penumpang.

Keunikan dari bus ini ada pada kabinnya, di mana pada dek bawah atau lantai satu digunakan untuk kelas sleeper. Sebenarnya ini bukan hal baru karena bus double decker memang biasanya dilengkapi dengan kelas sleeper di dek bawah.

Namun, yang membedakan bus tingkat PO Borlindo dengan yang lainnya adalah kelas sleeper di dek bawah terdapat 11 kabin. Biasanya, PO lain hanya menyediakan dua kelas sleeper pada dek bawah di bus double decker mereka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement