Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Cara Menaklukkan Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Momentum Jadi Kunci!

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |21:00 WIB
Begini Cara Menaklukkan Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Momentum Jadi Kunci!
Tikungan Sitinjau Lauik. (Foto: SC YouTube Sitinjau Lauik)
A
A
A

JAKARTA – Di antara para pengemudi yang kerap melintasi jalur Sumatera pasti hafal dengan tikungan Sitinjau Lauik di Sumatera Barat.

Tikungan tajam dan menanjak membuat banyak kendaraan yang kesulitan melintasi jalur ini, terutama bagi kendaraan yang membawa muatan berat.

Tikungan Sitinjau Lauik berada di jalan penghubung Kota Padang-Arosuka-Solok. Semua kendaraan yang melintas jalur tersebut pasti bertemu dengan tikungan ekstrem ini.

Saking ekstremnya tikungan ini, banyak pengemudi truk atau bus yang gagal melintasi tanjakan ini. Umumnya sopir yang gagal melintasi tanjakan ini adalah sopir pemula.

Beruntungnya, di sekitar tanjakan tersebut banyak warga yang berpengalaman mengemudi membantu sopir yang kesulitan mengarahkan kendaraan agar dapat menajak dengan mulus.

Biasanya warga yang membantu akan meminta pertolongan dari truk yang datang dari arah berlawanan untuk menarik truk yang terjebak agar tak menimbulkan kemacetan panjang.

Tidak jarang banyak kendaraan yang gagal melintasi tikungan tersebut karena muatan yang dibawa terlalu berat. Jika sudah seperti itu, maka solusi terakhir adalah mengangkut barang dengan menggunakan truk lain.

Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI) mengatakan, untuk melewati tikungan Sitinjau Lauik atau yang semacamnya, kuncinya adalah memanfaatkan momentum.

“Setelah saya secara langsung merasakan melewati tikungan tersebut, momentum menjadi kuncinya. Mobil jenis apa pun bisa dengan mudah melaluinya jika momentumnya tepat. Artinya, misal pengemudi memacu kendaraannya 20 meter sebelum tikungan, sudah pasti bisa melewati tikungan dengan mulus,” kata Sony saat dihubungi MNC Portal.

Selain momentum, Sony juga menjelaskan pengemudi harus memahami karakter mobil yang digunakannya. Khusus untuk mobil dengan transmisi otomatis dengan CVT, maka pengemudi harus mengambil ancang-ancang dari jarak jauh agar putaran mesin (rpm) tidak turun.

Sony menambahkan, pada situasi tertentu pengemudi perlu mengambil bidang jalan dari arah berlawanan. Ini untuk mengantisipasi kendaraan selip ketika berbelok dengan titik terdekat dari tikungan.

“Kalau di Sitinjau Lauik ini terkadang kita harus menggunakan out-to-out. Pengemudi mengambil titik tikungan yang paling jauh, terutama pada saat hujan. Ini dilakukan para sopir truk seperti pada banyak video yang bereda. Mereka melakukan itu biar dapet momentumnya,” ujar Sony.

Sedangkan ketika kondisi jalan padat, Sony menghimbau agar tidak jalan beriringan untuk melewati tikungan tajam seperti yang ada di Sitinjau Lauik. Situasi ini bisa berbahaya karena mobil yang berada di depan bisa tidak mendapatkan momentum dan berisiko terjadi kecelakaan.

“Kalau bisa kasih jarak 20-30 meter, hindari jalan beriringan. Mobil yang tenaganya besar juga belum tentu bisa menaklukkan tikungan itu, meski sudah menggunakan ban M/T atau H/T sekali pun. Intinya pengemudi harus memahami karakter mobil dan bisa memanfaatkan momentum,” ungkapnya.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement