JAKARTA - Sampah luar angkasa milik China seberat 21 ton telah jatuh dan menghantam Bumi. Ini merupakan bongkahan salah satu roket besar yang membawa sebuah modul untuk stasiun luar angkasa.
Diketahui, China sendiri memang saat ini tengah sibuk membangun stasiun luar angkasa terbaru. Dalam prosesnya, tentu ada banyak peluncuran roket yang dilangsungkan untuk membawa beragam modul.
Sayangnya, tidak semua peluncuran roket ini berjalan dengan lancar. Salah satunya gagal mengudara dengan mulus, di mana menyebabkan bongkahan roket jatuh dan menghantam Bumi.
China sendiri dinilai tidak melakukan deorbit terkendali dari tahap inti roket Long March 5B setelah mengerahkan muatan. Bongkahan ini menghantam Bumi dan sialnya tidak diketahui di bagian mana akan mendarat.
Saat ini para ilmuwan termasuk Ted Muelhaupt, seorang konsultan di Kantor Chief Engineer Perusahaan The Aerospace Corporation, tengah menyelidiki di lokasi mana sampah luar angkasa ini akan mendarat.