Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sampai Tertipu Beli Mobil Bekas Kecelakaan, Periksa Bagian Ini

Muhamad Fadli Ramadan , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |12:00 WIB
Jangan Sampai Tertipu Beli Mobil Bekas Kecelakaan, Periksa Bagian Ini
A
A
A

JAKARTA – Di Indonesia, mobil bekas memiliki pangsa pasar tersendiri. Mobil bekas cukup diminati karena harganya yang tidak terlalu tinggi namun harga jualnya tidak terlalu jauh dari harga belinya.

Keuntungan membeli mobil bekas adalah dapat dibeli secara langsung tanpa perlu inden seperti mobil baru. Selain itu, saat ini sudah banyak showroom yang menjadi pusat mobil bekas. Bahkan, pembelian mobil bekas serta memilih mobil yang ingin dibeli dapat dilakukan di rumah secara online.

Meski cara membeli mobil bekas relatif mudah dan murah namun ada hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil bekas. Karena, mobil bekas tidak selalu bagus, sehingga perlu mengajak orang yang berpengalaman ketika memilih mobil dan test drive.

Hal ini dilakukan agar tidak kecewa karena mendapat mobil yang buruk dengan harga mahal. Karena, tidak jarang sebelum orang menjual mobil, mereka lebih dulu melakukan cat ulang agar mobil mereka nampak mulus.

Bahkan, yang lebih parah adalah mobil bekas yang dijual adalah bekas kecelakaan tapi pemilik mobil tidak memberikan informasi tersebut kepada calon pembeli.

Agar tidak tertipu saat membeli mobil bekas, Kepala Bengkel Auto2000 Pasar Kemis Antonius Irwan mengatakan perbaikan bodi mobil bekas kecelakaan umumnya dilakukan oleh profesional. Hal ini membuat calon pembeli mobil tidak dapat melihat bekasnya.

“Memang sangat sulit membedakan mobil baru dan bekas kecelakaan jika dilakukan di tempat kami yang punya peralatan canggih dan dikerjakan oleh orang-orang profesional. Namun tetap ada perbedaannya, ini tidak mudah terlihat oleh orang awam, tapi paling mudah melihat las-lasan panel bodi,” kata Irwan kepada MNC Portal.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, pengelasan panel bodi di pabrik menggunakan teknologi las titik. Tapi, itu perlu dilakukan dalam keadaan mobil berbentuk rangka saja. Jika mobil sudah utuk, maka teknik pengelasan ini tidak dapat dilakukan.

“Setiap panel itu ada las-lasan yang bentuknya bulat-bulat rapih, itu las titik. Kalau mobil utuh seperti ini tidak bisa, maka kita lakukan las manual. Jadi sambungan panel itu tertutup penuh, tujuannya agar lebih kuat. Ini yang bisa jadi patokan bahwa mobil ini bekas kecelakaan,” ujar Irwan.

Antonius Irwan menyarankan calon pembeli yang ingin menghindari membeli mobil bekas kecelakaan adalah dengan memeriksa panel bodi mobil, jika penjual melarang maka ada kemungkinan mobil tersebut bekas kecelakaan atau kebanjiran.

“Di setiap panel (pintu depan-belakang kanan-kiri, pintu belakang) kan ada karet, nah itu dipelas saja. Nanti terlihat las-lasan setiap sambungan panel, masih las titik atau sudah las penuh. Kalau cek bekas banjir bisa dilihat dari kolong jok ada karatan atau tidak, ini cara mudahnya,” ungkapnya.

(Citra Dara Vresti Trisna)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement