Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Fenomena Midnight Sun, Matahari Terus Bersinar Selama 24 Jam

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |13:35 WIB
Mengenal Fenomena Midnight Sun, Matahari Terus Bersinar Selama 24 Jam
Mengenal fenomena midnight sun, Matahari terus bersinar selama 24 jam (Foto: iStock)
A
A
A

JAKARTA - Mengenal fenomena midnight sun perlu diketahui, sebab ia menunjukkan hal tidak biasa, di mana Matahari terus bersinar selama 24 jam.

Dirangkum dari berbagai sumber, sejumlah kawasan yang berdekatan dengan Kutub Selatan dan Kutub Utara diketahui mengalami fenomena alam bernama midnight sun, yang membuat Matahari bersinar selama 24 jam, alias tidak ada malam hari.

Fenomena midnight sun ini, terjadi selama beberapa bulan setiap tahunnya, contohnya di Norwegia, di mana fenomenanya terjadi dari akhir April sampai Agustus.

Ketika midnight sun terjadi, Matahari tidak akan terbenam (melewati horizon), melainkan bergerak mengikuti garis horizon dari kiri ke kanan (atau sebaliknya di belahan Bumi yang lain).

Penyebab terjadinya fenomena ini, yaitu gerakan rotasi dan revolusi Bumi, juga posisi rotasi Bumi yang miring dengan sudut 23,4 derajat. Gerakan tersebut, bikin ada bagian Bumi yang mendapat sinar Matahari lebih lama dalam 24 jam dibanding bagian lainnya.

Semakin ke Utara atau Selatan, durasi fenomena ini pun semakin lama. Misalnya di Svalbard, Norwegia, yang merupakan daerah berpenghuni paling Utara di Eropa, tidak mengalami Matahari tenggelam dari 19 April sampai 23 Agustus.

Semakin ke dekat ke kutub, durasinya semakin ekstrem. Misalnya di Kutub Utara, Matahari bisa dilihat selama 24 jam selama hampir setengah tahun, dari Maret sampai September.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement