Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi: Indonesia Menyadari Pentingnya Teknologi Antariksa untuk Mendukung Pemantauan SDA hingga Perubahan Iklim

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 24 Oktober 2022 |20:43 WIB
Jokowi: Indonesia Menyadari Pentingnya Teknologi Antariksa untuk Mendukung Pemantauan SDA hingga Perubahan Iklim
Teknologi antariksa (Foto: Space)
A
A
A

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa mengucapkan bahwa salah satu tantangan dalam rencana aksi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah basis data dan metadata yang belum terintegrasi secara global, regional, dan nasional diantara negara-negara anggota.

Dengan adanya Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (2021-2024), Asia-Pacific Plan of Action tahap kedua (2022 – 2026), pemanfaatan teknologi keantariksaan, inovasi dan terobosan-terobosan baru termasuk inisiatif Space+, kerangka infomasi geospasial terintegrasi dengan kerangka informasi non-geospasial, dukungan teknologi dijital, serta kerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik diharapkan dapat mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

Kepala BRIN mengapresiasi negara-negara anggota ESCAP yang telah mengusulkan dibentuknya ad hoc scientific advisory group terkait inisiatif Indonesia untuk meningkatkan rencana implementasi Asia-Pacific Plan of Action tahap kedua (2022-2026) dan inisiatif Space+.

Rencana implementasi tersebut diantaranya, pertama, pengembangan model berbasis open-source yang mudah digunakan untuk menghasilkan data tren historis banjir, kebakaran lahan/hutan, dan peta risikonya di wilayah Asia-Pasifik yang bertujuan untuk mitigasi bencana.

Kedua, Pengembangan Virtual Constellation for Disaster Risk Management (VCDRM) yang memungkinkan pengguna di kawasan Asia-Pasifik untuk mendapatkan akses data satelit penginderaan jauh secara terbuka dan near-real time untuk manajemen risiko bencana. Ketiga, terbentuknya forum pemuda (youth forum) pemanfaatan keantariksaan untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

“Melalui konferensi tingkat Menteri yang ke-4 (MC-4 SASD) ini, BRIN mendukung penuh kegiatan Rencana Aksi Asia Pasifik tentang Aplikasi Antariksa untuk Pembangunan Berkelanjutan (2018–2030) baik dari sisi riset dan inovasi, maupun dari sisi perumusan rekomendasi kebijakan terkait pemanfaatan keantariksaan,” ujar Handoko.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement