Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Khawatir Populasi Kepiting Salju Alaska Turun Drastis Secara Misterius

Angeltika Clara Sinaga , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |16:11 WIB
Ilmuwan Khawatir Populasi Kepiting Salju Alaska Turun Drastis Secara Misterius
Ilmuwan khawatir populasi kepiting salju turun drastis secara misterius (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pejabat di Alaska, Amerika Serikat, membatalkan panen kepiting salju (snow crab) yang akan datang, karena populasinya mengalami penurunan drastis secara misterius di Laut Bering.

Dilansir dari WION, Selasa (18/10/2022), untuk pertama kalinya dalam sejarah negara bagian Amerika Serikat, panen kepiting raja merah di Teluk Bristol tidak akan terjadi.

Menurut Benjamin Daly, seorang peneliti di Alaska Departement of Fish and Game, populasi kepiting menyusut dari sekitar 8 miliar pada tahun 2018 menjadi 1 miliar pada tahun 2021. Pada dasarnya penurunan populasi spesies ini tercatat sebesar 90 persen.

“Kepiting salju sejauh ini adalah yang paling melimpah dari semua spesies kepiting Laut Bering yang ditangkap secara komersial. Jadi, sangat mengejutkan dan patut dicatat terjadi kehilangan secara signifikan dan itu termasuk betina dan bayinya,” kata Daly.

Biasanya kepiting salju ini ada di menu atau sebagai hidangan restoran di Alaska, tetapi akibat penurunan secara tiba-tiba ini, para ilmuwan memberi perhatian khusus dan menyampaikan kekhawatiran mereka terkait populasi spesies ini.

Muncul dugaan bahwa adanya penyakit yang menyebabkan penurunan populasi spesies ini. Selain itu, perubahan iklim bisa menjadi salah satu penyebabnya. Para ahli berpendapat bahwa menurunnya populasi kepiting salju ini kemungkinan akan berdampak pada kesehatan ekosistem Arktik.

“Kondisi lingkungan berubah dengan cepat. Kami telah melihat kondisi hangat di Laut Bering beberapa tahun terakhir dan kami melihat respons pada spesies yang beradaptasi dengan dingin sehingga cukup jelas ini salingt terhubung,” lanjut Daly.

Kepiting salju merupakan spesies air dingin dan banyak ditemukan di daerah yang suhu airnya di bawah 2 derajat Celcius sehingga ketika suhu lautan menghangat dan es laut menghilang menyebabkan spesies ini mungkin berpindah tempat.

Dengan kejadian ini, pejabat senior dan ahli biologi di Alaska memperdebatkan larangan panen kepiting salju selama berhari-hari sebelum membuat keputusan dalam permohonan permintaan penangkapan kepiting setidaknya dilakukan secara terbatas yang diizinkan.

“Menutup perikanan karena kelimpahan yang rendah dan melanjutkan penelitian adalah upaya utama untuk memulihkan populasi pada saat ini,” kata Ethan Nichols, asisten ahli Biologi manajemen area di Alaska Departement of Fish and Game.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement