Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa yang Dirasakan Orang saat Koma? Ini Jawabannya

Angeltika Clara Sinaga , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |13:14 WIB
Apa yang Dirasakan Orang saat Koma? Ini Jawabannya
Apa yang dirasakan orang saat koma? Ini jawabannya (Foto: Flatliners/Columbia Pictures)
A
A
A

JAKARTA - Mungkin ada pertanyaan yang muncul dalam benak kita ketika melihat orang yang sedang koma. Apa yang sebenarnya mereka rasakan? Apakah rasanya sama seperti tidur atau bermimpi? Atau justru tidak merasakan sesuatu sama sekali?

Sampai sekarang belum ada yang bisa menjawab secara jelas apakah yang terjadi jika seseorang dalam kondisi koma. Menurut penelitian lanjutan yang lebih mendalam, banyak pendapat yang berbeda terkait hal tersebut.

Dilansir dari kanal YouTube Kok Bisa?, Selasa (18/10/2022), koma merupakan level tidak sadar diri paling dalam yang disebabkan oleh gangguan pada otak karena terjadinya pembengkakan, bahkan pendarahan di jaringan otak. Akibatnya, kinerja otak berhenti.

Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa orang koma tidak aktif kinerja otaknya, ternyata anggapan tersebut salah. Faktanya, alat bernama Electroencephalograpy (EEG) menunjukkan, neuron dalam otak ternyata masih tetap aktif dan bekerja.

Terlepas dari hal itu, apa yang dialami oleh pasien koma tentu berbeda dengan orang yang sedang tertidur justru lebih memungkinkan mirip seperti orang yang dibius total. Mereka masih bisa mendengar, tetapi otaknya tidak dapat memproses atau merespon bunyi yang masuk ke telinga.

Pertanyaan lain juga muncul, apakah orang yang sadar setelah mengalami koma dapat mengingat kejadian yang dialami? Jawaban dari pertanyaan tersebut ada dua kemungkinan, yaitu bisa ingat dan merasakan, tetapi ada juga yang tidak ingat sama sekali tergantung seberapa serius kondisi koma yang dialami.

Ada dua jaringan utama pengatur kesadaran di otak manusia yang mengalami gangguan saat koma, disebut Cerebral Cortex. Bagian batang otak yang bertugas mengatur respon dasar tubuh masih berfungsi, tetapi tidak maksimal.

Disebutkan, cara bagi para penderita untuk kembali sadar dari koma. Namun, tidak semua orang koma benar-benar bisa kembali sadar karena itu semua bergantung pada tingkat kerusakan otak yang dialami.

Melalui sinyal-sinyal dukungan atau adanya interaksi dengan penderita koma, seperti bunyi, suara ataupun sentuhan dapat membantu kembalinya kinerja otak. Wujud ini dipercaya mampu membuat penderita koma kembali sadar.

Nyatanya, ada beberapa orang yang kembali sadar dari waktu koma yang cukup panjang, yaitu Michael Schumacher, seorang mantan pembalap mobil profesional asal Jerman yang mengalami koma selama 6 bulan.

Tidak hanya itu, wanita bernama Munira Abdulla yang terbangun dari koma selama 27 tahun akibat kecelakaan di tahun 1991. Layaknya sebuah keajaiban yang diberikan Pencipta bagi orang-orang koma dengan waktu yang cukup lama.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement