Namun, secara mengejutkan begitu menghilangkan fluktuasi kecepatan rotasi yang terjadi karena pasang surut dan efek musiman lintasan jangka panjang tampaknya telah bergeser dari pemendekan ke pemanjangan sejak 2020.
Perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya selama 50 tahun terakhir. Alasan perubahan ini masih belum jelas.
“Hal yang menarik untuk prediksi iklim adalah tanda-tanda di atmosfer ini berumur sangat panjang," kata Professor Adam Scaife, kepala prediksi jarak jauh di Met Office, dilaporkan The Telegraph.
Menurutnya, fenomena ini bisa jadi karena perubahan sistem cuaca, dengan peristiwa La Nina yang berturut-turut, meski ini telah terjadi sebelumnya.
Baru-baru ini para ilmuwan berspekulasi, perubahan misterius dalam kecepatan rotasi Bumi terkait dengan fenomena yang disebut “Chandler Wobble”. Ini sebuah penyimpangan kecil pada sumbu rotasi Bumi dengan periode sekitar 430 hari.
“Jika Anda berbicara dengan siapa pun di bidang ini, mereka akan mengatakan bahwa atmosfer hanya memiliki ingatan singkat dan jika Anda ingin melakukan ramalan jangka panjang, Anda harus melakukannya dengan memanfaatkan keberadaan laut,” ujar Scaife.
(Ahmad Muhajir)