Advertisement
Advertisement

Sejarah Munculnya Tindakan Peretasan dan Sosok Hacker

Ajeng Wirachmi , Jurnalis-Senin, 19 September 2022 |19:11 WIB
Sejarah Munculnya Tindakan Peretasan dan Sosok Hacker
Sejarah munculnya tindakan peretasan dan sosok hacker (Foto: Unsplash)
A
A
A

JAKARTA - Berita tentang peretasan (hack) dan sosok hacker (peretas) belakangan ini mencuat kembali di Indonesia. Kemunculan seorang hacker dengan nama Bjorka cukup mengebohkan masyarakat.

Bjorka diketahui meretas data beberapa lembaga negara, kepala institusi, dan menteri. Rangkuman Okezone, data pribadi Presiden Joko Widodo juga berhasil diretas oleh Bjorka. Hacker ini diklaim sudah membocorkan setidaknya 679.180 dokumen yang diretas per September 2022.

Serba-serbi mengenai peretasan dan hacker pun banyak menarik perhatian masyarakat. Lantas, seperti apa sebenarnya awal mula munculnya peretasan dan sosok hacker?

Melansir Jurnal Dinamika Global (2020) bertajuk “Hacker Sebagai Aktor Non-Negara,” hacker sebenarnya terkenal saat munculnya sekelompok mahasiswa yang menuntut ilmu di Tech Model Railroad Club, MIT (Massachusetts Institute of Technology), Amerika Serikat, pada tahun 1959, di mana melakukan peretasan terhadap berbagai komputer.

Semula istilah hacker ini diartikan dengan makna positif, yakni merujuk pada seseorang yang memiliki kemampuan mengubah segala sesuatu pada komputer.

Orang tersebut juga mampu memperbaiki sistem atau mengotak-atiknya, sehingga tampil dengan sistem yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu dan teknologi yang kian berkembang, hacker dan peretasan menjadi konotatif. Hal ini karena banyak terjadi kebocoran data yang merugikan berbagai pihak dan bermuara pada kejahatan dunia maya.

Jika menilik lebih detail, insiden manipulasi sistem teknis secara ilegal sebenarnya sudah terjadi di tahun 1878. Sekelompok remaja laki-laki sengaja dipekerjakan oleh perusahaan komunikasi bernama Bell Telephone.

Mereka secara tiba-tiba memutuskan dan mengarahkan panggilan telepon ke pihak lain. Akibatnya, situasi kacau terjadi. Meskipun demikian, minim pihak yang menyebut bahwa insiden ini adalah peretasan pertama. Masih lebih banyak pihak yang lebih mengakui insiden di MIT tahun 1959 sebagai peretasan pertama kali.

Hacker pertama yang dikenal adalah John Draper. Pria yang memiliki julukan Captain Crunch ini memanfaatkan peluit mainan yang didapat secara gratis dalam kotak sereal Cap’n Crunch.

Peluit tersebut, digunakan untuk membuat panggilan jarak jauh dan memiliki istilah phreaking. Pada masa itu, telepon diketahui merupakan jaringan komputer terbesar yang mampu diakses oleh masyarakat umum.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement