JAKARTA - Serangga merupakan hewan berkontruksi khusus yang memiliki rangka di luar tubuh. Mereka bernapas melalui lubang kecil pada dinding tubuh dan memiliki organ sensorik di bagian mulut, kaki, atau perut.
Serangga sering ditemui dalam kehidupan, seperti di rumah, taman, dan beberapa di tempat makanan. Tetapi, saat mereka muncul, tidak sedikit di antara kita mencoba membunuh serangga, terutama ketika mendekat ke tubuh.
Namun, pernahkah kalian bertanya-tanya, apakah serangga merasakan sakit ketika Anda membunuhnya atau saat mengalami cedera?
Dilansir dari Study Finds, Rabu (14/9/2022), sebuah studi membuktikan bahwa serangga tidak hanya merasakan sakit karena cedera, tetapi juga menderita sakit kronis setelah pulih dari cedera.
Para peneliti dari University of Sydney di Australia mengatakan, penemuan ini didasarkan pada penelitian sebelumnya dari tahun 2003 yang menemukan serangga mengalami sensasi yang berhubungan dengan rasa sakit.
“Orang-orang tidak benar-benar menganggap serangga juga memiliki rasa sakit,” kata profesor University of Sydney, Greeg Neely, dalam sebuah pernyataan.
“Banyak hewan invertebrata yang unik, mereka dapat merasakan dan menghindari rangsangan berbahaya. Kita menganggapnya menyakitkan," jelasnya.