3. Indihome
Menyusul PLN, kasus dugaan kebocoran data juga dialami oleh anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, Indihome. Setidaknya ada 26 juta data yang bocor yang juga dibagikan ke forum hacker breached.to.
Data yang bocor mencakup history browsing, nama pelanggan, jenis kelamin, bahkan hingga NIK. Data diklaim merupakan rekam selama periode Agustus 2018 - November 2019.
Telkom pun sudah menanggapi kasus kebocoran data ini dengan tegas. Perusahaan menyatakan bahwa setelah dilakukan penelusuran, data tersebut tidak valid karena merupakan hasil fabrikasi.
Telkom meyakini dan memastikan tidak ada kebocoran data pelanggan di sistemnya serta berjanji akan selalu menjaga keamanan data pelanggan sesuai peraturan perundangan.
4. Dugaan 20 Juta Data Pelanggan Gojek Ikutan Bocor
20 juta Data pelanggan Gojek dikabarkan ikutan bocor dan dijual peretas (hacker) ke darkweb. Informasi ini, sempat beredar secara massif di Twitter.
Pantauan Okezone, kabar tersebut diungkap para pengguna Twitter pada Senin (22/8/2022) kemarin, banyak yang mengklaim bahwa 20 juta data pelanggan Gojek telah bocor.
"Setelah data IndiHome @TelkomIndonesia bocor, kini data Gojek @gojektech dijual di darkweb, tidak tanggung-tanggung si penjual klaim kalau ada 20 juta data pelanggan," tweet @eatmydata1***.
Kendati demikian, pihak Gojek membantah bahwa 20 juta lebih data pelanggannya telah bocor dan dijual oleh hacker di darkweb.
Deputy Chief Corporate Affairs Gojek, Audrey Petriny, mangatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.
“Kami memastikan data seluruh pengguna aman, di mana Gojek menerapkan sistem keamanan data Gojek SHIELD yang diperkuat teknologi keamanan kelas dunia,” ujar Audrey dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa (23/8/2022).