JAKARTA - Ada ribuan spesies burung yang punya keunikan masing-masing. Salah satunya, yakni burung penenun atau burung social weaver.
Burung penenun (Philetairus socius), merupakan salah satu dari sejumlah burung kecil Afrika dari keluarga Ploceidae (ordo Passeriformes) yang sangat suka berteman dah hidup berkoloni.
Burung ini, dapat ditemukan sepanjang tahun di Afrika selatan dari Namibia ke Botswana dan Afrika Selatan. Ia menjadi burung lokal dan non-migrasi.
Habibat burung penenun sangat senang berada di sabana akasia di gurun Kalahari dan Namib. Rentangnya bertepatan dengan pepohonan yang kokoh dan rerumputan kering yang menyediakan bahan bangunan untuk membuat sarang besar.
Ciri fisik burung penenun, yaitu mereka kecil seperti burung kutilang, memiliki ekor pendek dan kaki berwarna coklat tua. Bulu burung berwarna coklat yang samar.
Jantan dan betina dewasa burung ini serupa dalam penampilan. Paruhnya berwarna biru-abu-abu dan menonjol dengan tenggorokan berwarna hitam.
Sedangkan, burung penenun remaja memiliki paruh berwarna tulang dan tidak memiliki warna tenggorokan gelap seperti burung dewasa.
Burung penenun adalah pemakan serangga yang 80% menjadi makanan wajib mereka. Sebagai adaptasi untuk hidup di Gurun Kalahari yang kering, di mana genangan air langka, penenun memeroleh semua airnya dari serangga.
Mereka juga memakan benih dan produk tanaman lainnya. Mereka mencari makan sebagian besar di tanah, dan juga di kulit kayu atau daun pohon.