Pembayaran kode QR yang dilakukan melalui sistem lintas batas berbasis ASEAN akan menggunakan penyelesaian mata uang lokal antar negara alih-alih menggunakan USD.
Ini memungkinkan klien membayar lebih sedikit dan mendapatkan hasil yang lebih baik.
Laporan ini pun mendapat beragam respon dari netizen khususnya di media sosial Twitter. Tidak sedikit yang mendukung rencana ini namun ada juga yang masih ragu keefektifannya.
"Mantap dan praktis. Cukup satu alat pembayaran," kata seorang netizen.
"Bikin QRIS masih lama prosesnya harus nunggu 2 minggu, kami yang usaha kelamaan nunggunya," sahut yang lain.
(Ahmad Muhajir)