Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Risiko Puing Roket Luar Angkasa Membunuh Penduduk Jakarta Semakin Meningkat

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Selasa, 12 Juli 2022 |18:08 WIB
Risiko Puing Roket Luar Angkasa Membunuh Penduduk Jakarta Semakin Meningkat
Risiko puing roket luar angkasa membunuh penduduk Jakarta semakin meningkat (Foto: Chinanews)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah astronom mengingatkan, puing roket luar angkasa yang hancur setelah menabrak atmosfer dan kembali ke darat bisa membunuh manusia, bahkan risikonya semakin meningkat.

Diolah dari New York Post, Selasa (12/7/2022), di masa depan mungkin roket bakal masuk daftar alasan manusia untuk melihat ke atas langit sebelum menyeberang jalan atau melakukan apa saja di luar ruangan.

Bagaimanapun, risiko ini didorong oleh perlombaan para milarder yang ingin menguasai luar angkasa, sehingga terlahirlah penerbangan luar angkasa komersial, hingga penggunaan teknologi satelit.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Nature Astronomy memperingatkan, penerbangan luar angkasa komersial hingga penggunaan teknologi satelit ini sangat mungkin hancur oleh pesawat ruang angkasa yang jatuh.

Para astronot memperkirakan risikonya hampir 10 persen bahwa roket yang jatuh bebas memang akan membunuh seseorang di daratan selama dekade berikutnya.

Kendati demikian, risiko ini meningkat tergantung di mana seseorang menginjakkan tanah, terutama bagi mereka yang berada di Global South yang cenderung melihat proporsi lebih besar dari sampah antariksa karena rotasi Bumi dan cara peluncuran roket.

"Ini adalah risiko yang rendah secara statistik, tetapi itu tidak dapat diabaikan, dan mengalami peningkatan. Tetapu, benar-benar dapat dihindari," penulis utama studi Michael Byers, yang juga seorang profesor ilmu politik di University of British Columbia, mengatakan kepada The Verge.

“Jadi, haruskah kita mengambil langkah-langkah yang tersedia untuk menghilangkan risiko korban? Saya pikir jawabannya harus ya,” ujar Byers.

Roket dibangun untuk hancur berantakan saat mereka mendorong diri menjauh dari planet ini, dan beberapa puingnya akhirnya mengambang di ruang angkasa (mengancam astronot) sementara potongan lainnya turun kembali ke Bumi.

Saat pesawat ruang angkasa melewati setiap atmosfer, mereka melepaskan komponen yang digunakan dalam berbagai tahap, yang terdiri dari tangki bahan bakar, booster, dan bagian lain yang hanya diperlukan selama peluncuran awal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement