“Dengan demikian, kami berada dalam kondisi terburuk untuk detasemen semacam ini,” kata Renato Colucci dari Institut Ilmu Kutub dari Dewan Riset Nasional yang dikelola negara, atau CNR.
CNR memperkirakan bahwa gletser Marmolada dapat hilang seluruhnya dalam 25-30 tahun ke depan jika krisis iklim saat ini berlanjut, mengingat gletser tersebut kehilangan 30% volumenya dan 22% luasnya dari 2004-2015.
Sementara itu, Nicola Casagli, ahli geologi dan ahli longsoran salju di Universitas Florence, berpendapat bahwa apa yang terjadi di Marmolada tidak biasa, tetapi mengatakan longsoran yang merusak seperti itu akan menjadi lebih sering karena suhu global terus meningkat.
"Fakta bahwa itu terjadi di musim panas yang terik dengan suhu abnormal harus menjadi peringatan untuk memahami bahwa fenomena ini, meski jarang, mungkin terjadi. Jika kita tidak mengambil tindakan tegas untuk melawan efek perubahan iklim, itu akan menjadi semakin sering,” tegas Casagli.
(Ahmad Muhajir)