Studi tentang perilaku autodidak pada nonprimata menunjukkan, gagak mengetahui cara menggunakan mesin penjual otomatis dengan memasukkan potongan kertas kecil yang kasar.
Mereka diberi hadiah makanan setelah kertas masuk, kemudian pergi dengan potongan kertas besar yang tidak bisa masuk ke slot. Tanpa ragu, burung gagak mulai merobek kertas menjadi potongan-potongan berukuran slot.
Kemampuan hewan ini untuk mengajar dirinya sendiri menggunakan alat baru dan memasukkannya ke dalam ingatan diyakini sebagai bakat yang terisolasi pada nenek moyang mereka.
Penelitian lebih lanjut tentang cranium burung gagak mengidentifikasi bahwa ada banyak aktivitas yang diamati di nidopallium caudolaterale, area otak yang mirip dengan korteks prefrontal primata ketika mereka menyelesaikan tugas.
Ini adalah wilayah otak untuk menentukan keputusan dan menampung pemikiran yang lebih tinggi.
(Ahmad Muhajir)