Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pabrikan Bentley Tetap Untung Meski 200 Mobil Tenggelam di Laut, Ini Faktanya

Antara , Jurnalis-Senin, 09 Mei 2022 |00:02 WIB
Pabrikan Bentley Tetap Untung Meski 200 Mobil Tenggelam di Laut, Ini Faktanya
Ilustrasi mobil (dok. Freepik)
A
A
A

Selain insiden itu, Adrian Hallmark juga mengungkapkan sulitnya mengirimkan mobil ke China yang kembali dilanda pandemi. China adalah pasar otomotif terbesar dunia. Adanya kendala lockdown di China menyebabkan perusahaan tidak mampu memberikan layanan maksimal kepada pelanggan di sana.

"Krisis yang kami alami akibat COVID-19, semikonduktor, dan tragedi Ukraina tidak mengurangi keinginan pelanggan untuk berinvestasi dalam barang mewah yang tinggi dan tentu saja tidak di Bentleys," kata Hallmark kepada Reuters.

"Kami benar-benar baik-baik saja," kata Adrian dia.

Hallmark mengatakan, jika tidak ada masalah rantai pasokan, perusahaan dapat memproduksi sekitar 15.000 mobil tahun ini, dibandingkan dengan 14.659 yang terjual pada tahun lalu. Penjualan kendaraan kuartal pertama memang turun 5 persen menjadi 3.203 unit dari 3.358 di tahun sebelumnya. Penjualan mereka juga turun 9 persen di Amerika dan 29 persen di China.

Kendati demikian, pendapatan rata-rata per mobil naik 15 persen menjadi 212.000 euro dari 184.000 euro pada tahun sebelumnya. Hal itu didorong keinginan konsumen untuk membeli mobil varian tertinggi, atau versi edisi khusus yang memberikan keuntungan lebih besar bagi perusahaan.

"Diler merilis edisi terbatas, juga paket khusus untuk pelanggan individu, dan itu semakin populer," katanya.

Pendapatan Bentley naik 41 persen menjadi 813 juta euro dibandingkan 578 juta pada setahun sebelumnya. Laba operasional perusahaan mobil mewah itu naik menjadi 170 juta euro dari 65 juta euro.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement