MOBIL Toyota Calya berpenumpang sembilan orang menabrak truk tronton yang sedang parkir di pinggir jalan raya Tuban-Semarang, Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (18/4/2022) dini hari.
Akibatnya, lima orang penumpang tewas dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Kepolisian Resor Tuban Eko Sulistyono menjelaskan, kecelakaan nahas ini membuat mobil Toyota Calya mengalami rusak parah.
Bahkan, bodi mobil ringsek terjepit di bawah kolong truk tronton.

Berkaca dari insiden ini, lantas bagaimana fitur keselamatan Toyota Calya?
Melansir laman resmi Auto2000, Kepala Cabang Auto2000 Daan Mogot Herry Darma memaparkan, tiap varian Calya tidak ada perbedaan fitur keselamatan dan keamanannya.
“Sebenarnya baik untuk Calya Tipe E maupun G sama-sama sudah dibekali beberapa fitur keselamatan. Mulai dari SRS airbag, 3 point seatbelt, Isofix, parking sensor, anti-lock braking system (ABS), dan electronic brake distribution (EBD),” terang Herry.
Herry memaparkan, perangkat keselamatan kantung udara sebenarnya telah tersedia pada semua tipe Calya yang berada di bagian pengendara serta penumpang.
Begitu juga untuk 3 point seatbelt yang terdiri dari pretensioner dan force limiter guna menjaga keselamatan seluruh penumpang saat terjadi benturan.
Bahkan, perangkat keamanan juga sudah ikut diterapkan pada keluarga MPV entry level ini seperti adanya Immobilizer untuk mencegah dari tindak pencurian kendaraan.
Sedangkan untuk membantu kemudahan dalam parkir, semua model Calya juga telah dilengkapi parking sensor.
“Isofix ini juga sudah jadi perangkat standar untuk semua tipe Calya. Jadi saat ada keluarga yang membawa balita dengan kursi bayi khusus, akan lebih aman dengan adanya Isofic pada Calya yang sudah standar internasional,” ujar Herry.
Menariknya, Calya varian terendah sampai tertinggi sudah dibekali Anti-Theft System yang berfungsi untuk menambah keamanan kendaraan saat sedang diparkir.
Tetapi, Calya Tipe E standar yang menjadi model paling dasar, memang tak diberikan perangkat ABS. Hal ini diakui lantaran untuk memenuhi permintaan segmen tertentu.
(Kurniawati Hasjanah)