Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Sebut Kota di Dunia Akan Hilang Akibat Air Laut, Jakarta Paling Cepat Tenggelam

Ahmad Muhajir , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2022 |13:46 WIB
Ilmuwan Sebut Kota di Dunia Akan Hilang Akibat Air Laut, Jakarta Paling Cepat Tenggelam
Ilmuwan sebut kota di dunia akan hilang akibat air laut, Jakarta paling cepat tenggelam (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melaporkan bahwa naiknya permukaan air laut kini dua kali lipat lebih cepat, dari sekitar 0,15 cm per tahun menjadi 0,35 cm.

Dilansir dari Live Science, Selasa (29/3/2022), NOAA memperkirakan jika permukaan laut kemungkinan akan naik setidaknya 0,3 meter di atas tingkat yang terjadi pada.

Sementara, Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC)) PBB memprediksi permukaan laut bakal naik 40 sampai 63 cm pada 2100 mendatang.

Menurut sebuah studi tahun 2019 di jurnal Nature Communications, jika permukaan air laut naik sampai sejauh ini, hal itu dapat mendatangkan malapetaka di seluruh dunia.

Disebutkan bahwa sebanyak 250 juta orang yang mencakup semua benua, bisa terdampak langsung pada 2100.

"Apakah kota atau negara menghilang tergantung pada apakah kita sebagai manusia melakukan sesuatu untuk melawan ancaman itu," Gerd Masselink, seorang profesor geomorfologi pesisir di University of Plymouth di Inggris.

“Sebagian besar wilayah Belanda sudah berada di bawah permukaan laut, tetapi tidak menghilang, karena Belanda sedang membangun dan memelihara pertahanan pesisirnya,” tambahnya.

Meskipun tidak ada negara yang kemungkinan akan dilahap pada tahun 2100, banyak kota besar berada pada risiko yang sangat serius untuk terendam air.

Salah satu contoh paling jelas dari kenaikan permukaan laut yang menyebabkan kesulitan di dunia nyata dan signifikan adalah Jakarta, ibu kota Indonesia.

Jakarta, rumah bagi sekitar 10 juta orang, telah dijuluki sebagai "kota yang paling cepat tenggelam di dunia" oleh BBC.

Menurut Earth.org, sebuah organisasi lingkungan nirlaba yang berbasis di Hong Kong, wilayah Jakarta tenggelam 5 sampai 10 cm setiap tahun karena drainase air tanah yang berlebihan. Jika ditambah dengan naiknya permukaan laut, ini adalah bencana.

Forum Ekonomi Dunia berpendapat, sebagian besar Jakarta bisa terendam air pada tahun 2050. Tetapi Jakarta bukan satu-satunya kota yang akan tenggelam.

Pada 2100, Dhaka di Bangladesh (populasi 22,4 juta), Lagos di Nigeria (penduduk 15,3 juta), dan Bangkok di Thailand (populasi 9 juta) juga bisa tenggelam atau sebagian besar daratan terendam air dan tidak dapat digunakan.

Naiknya permukaan laut juga berdampak besar pada Amerika Serikat. Berdasarkan proyeksi baru-baru ini, banyak kota di AS akan menghadapi masalah serius pada tahun 2050, dengan sebagian besar lahan lahan menjadi tidak layak huni.

NOAA menyatakan, di banyak lokasi sepanjang garis pantai AS, banjir pasang sekarang 300% hingga lebih dari 900% lebih sering daripada 50 tahun yang lalu, ini menunjukkan permukaan laut merupakan penyebab yang perlu dikhawatirkan.

(Ahmad Muhajir)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement