Kementerian Dalam Negeri Jerman pekan lalu menyatakan sudah berdiskusi dengan perwakilan Telegram. Kementerian belum memberikan keterangan soal pemblokiran ini. Sementara pihak Telegram belum memberikan komentar.
Baca juga: 3 Fitur Baru Telegram yang Wajib Dicoba, Makin Seru!
Aplikasi Telegram di Jerman populer di kalangan kelompok sayap kanan jauh. Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser bulan lalu mengatakan Jerman bisa menutup Telegram dan sedang berdiskusi dengan mitra di Uni Eropa untuk mengatur layanan pesan instan tersebut.
(Hantoro)