JAKARTA - Baru-baru ini terdapat video viral pengakuan pengendara mobil yang mengalami ban pecah di tol.
Dalam video yang diunggah @palembang.kusut, seorang pria dalam video tersebut mengatakan, kendaraannya mengalami pecah ban di ruas jalan tol arah Lampung ke Palembang.
Pria itu menilai, ban kendaraan mengalami pecah ban akibat jalan yang rusak dan berlubang. Bahkan, pria tersebut pun menunjuk kendaraan lain yang mengalami nasib serupa.
“Aduh bapak pemerintah tolong dong. Ini tol dari Lampung arah Palembang di KM 312 ban saya pecah, karena (jalannya,red) lubang dar der dar der dar der. Tadi sepanjang jalan sudah ada perbaikan, tapi mohon segera diselesain pak. Waduh kacau banget, ini bahaya banget pak. Di belakang, ada lagi tuh. Tolong pak, ini bahaya banget asli. Tolong segera dituntasi,” ucap pria dalam video tersebut.
Pecah ban di jalan tol merupakan peristiwa yang tidak bisa kita hindari. Dampak dari ban yang meletus tiba-tiba saat mobil berkecepatan tinggi memicu kecelakaan fatal dan membahayakan penghuni kabin.
Untuk itu, jangan menunggu sampai mobil mengalami pecah ban terjadi.
Berikut beberapa penyebab ban mobil meletus yang perlu diantisipasi pengendara dilansir dari Auto2000:
Ban aus atau botak
Kondisi ban aus atau botak kerapkali dialami pada bus dan truk sebab memiliki jarak tempuh dan pemakaian tinggi. Tak hanya itu, hal tersebut dapat dipengaruhi perilaku mengemudi, kondisi jalan, kondisi tekanan angin, dan lainnya.
Ban aus bisa mengurangi daya cengkeram secara drastis sehingga membahayakan terutama saat melintas di jalanan licin atau bahkan hanya sekadar melakukan pengereman.
Untuk itu, diharapkan setiap pengendara memperhatikan ketebalan tapak ban. Jika sudah di bawah batas minimal penggunaan, sebaiknya segera mengganti ban baru untuk mengantisipasi kasus ban pecah di jalan.
Kurang udara
Tekanan udara di dalam ban akan berkurang melalui pori-pori ban serta pentil seiring waktu. Apabila tak dilakukan pemeriksaan, biasanya ban akan kempis. Faktor lain ban kempis seperti tertusuk benda tajam seperti paku, batu, potongan besi dan lain-lain.
Untuk itu, pengendara disarankan mengecek kondisi ban secara rutin dan segera mengisi udara angin jika kedapatan ban kempis. Pengendara bahkan perlu berhati-hati dalam mengemudi khususnya jika kondisi jalan kurang bagus untuk mengurangi risiko terjadinya ban meletus akibat kekurangan angin.