RUPANYA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) meminta kepada masyarakat untuk membantu para lansia untuk bisa beradaptasi di era digitalisasi.
Hal ini berkaitan dengan tujuan negara untuk mensejahterakan lansia, termasuk membuat mereka melek teknologi.
Bahkan, BKKBN berharap kedepannya akan banyak teknologi yang 'ramah lansia' sehingga ketertinggalan kemampuan lansia mengakses teknologi dapat diatasi. Ini menjadi solusi yang baik untuk masa depan lansia yang lebih optimal.
"Internet maupun teknologi tak bisa dipisahkan sekarang, termasuk bagi lansia, baik untuk mencari informasi maupun berkomunikasi," kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Nopian Andusti, di webinar, belum lama ini.
"Kami berharap di masa depan akan banyak berkembang aplikasi dan teknologi digital agar berdampak baik pada lansia agar menjadi lansia yang sejahtera, sehat, mandiri, dan bermartabat," harapnya, mewakili Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.
Lansia harus melek teknologi. Sebab, dikatakan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan, saat ini banyak lansia menjadi target penipuan dan termakan kabar hoaks.