Perusahaan tidak mengungkap berapa banyak pengguna yang bisa melihat atau mencoba fitur tersebut.
"Untuk pengalaman perpesanan, audio, dan panggilan video berfitur lengkap, orang harus terus menggunakan Messenger," kata pihak Facebook.
Beberapa pihak menilai kehadiran kembali fitur panggilan suara dan video berarti lebih baik Facebook mematikan Messenger atau memasukkan Messenger ke dalam DM Instagram.
Ini juga bukan saran pertama bagi Facebook untuk mempertimbangkan membawa Messenger kembali ke dalam Facebook. Pada 2019 lalu, perusahaan menguji membawa obrolan teks kembali ke aplikasi utama dengan kotak masuk khusus.
Panggilan suara dan video merupakan dua dari beberapa fitur Messenger yang diperkenalkan Facebook dalam produk lainnya. Misalnya kamera video Portal dan headset virtual reality Oculus.
(Dyah Ratna Meta Novia)