Pratama menegaskan, saat ini salah satu industri yang bisa berkembang dengan cepat adalah industri siber. Industri siber tidak memerlukan infrastruktur seperti pabrik dengan tanah yang luas sehingga bisa mengurangi biaya investasi.
Seharusnya hal ini bisa didorong oleh pemerintah sejak awal, sebagai solusi digital buatan anak negeri yang harus ditingkatkan.
Dengan memenuhi kebutuhan siber di dalam negeri, Pratama menilai Indonesia bisa melakukan perbaikan ekonomi ditengah pandemi maupun pasca pandemi. Namun dengan syarat kebutuhan infrastruktur siber harus dipenuhi, penguatan SDM, dan riset teknologi juga harus diprioritaskan.
Contoh sukses industri siber Tanah Air sudah sangat banyak seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Gojek, Grab, dan lain sebagainya. Ini menunjukkan potensi besar dari market digital.
(Dyah Ratna Meta Novia)