Pada April 2020, Huawei mencoba memberikan teknologi dalam bentuk CSR, di mana dengan menggunakan teknologi ini dapat mendeteksi seseorang apakah sudah terinfeksi Covid-19 atau tidak melalu hasil CT-Scan paru-parunya.
“Kita ketahui pada April 2020 PCR itu bukan sesuatu yang mudah didapat, sementara kalo sudah PCR itu menunggu hasilnya lama, bisa seminggu. Namun dengan adanya tekonologi AI ini jadi rumah sakit bisa menggunakannya dan pasien bisa langsung CT-Scan sehingga dokter bisa langsung menganalisa dan dari sistem yang kami implementasikan bisa langsung ketahuan seseorang terinfeksi virus Covid-19 atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, hasil CT-Scan sangat akurat dan hasilnya hanya dalam hitungan menit saja. Huawei telah mengimplementasikan teknologi ini untuk salah satu rumah sakit di Indonesia, yaitu Pertamedika.
Melalui penerapan teknologi AI, Pertamedika dapat mendeteksi pasien Covid-19 dengan cepat hanya dengan menganalisa hasil CT-Scan paru-parunya. Pertamedika menjadi salah satu rumah sakit pertama yang menerapkan teknologi Huawei AI ini.
Menurutnya, teknologi digital bisa bermanfaat untuk berbagai macam industri. Sebelum ada pandemi dapat dilihat bagaimana industri-industri seperti e-commerce dan finansial menjadi pelopor utama dalam pengembanan teknologi digital ini, namun sejak ada pandemi terlihat juga bahwa penerapan teknologi digital ini juga terjadi di dalam industri kesehatan.