Hujan meteor ini disebut tidak terganggu oleh Bulan fase Sabit Awal berumur 4 hari dikarenakan sudah terbenam sebelum tengah malam.
Sementara itu, NASA dalam blog resminya, menyebutkan di bumi bagian utara dan wilayah yang jauh dari polusi cahaya kemungkinan bisa melihat 40 Perseid per jamnya. Sementara untuk wilayah bumi selatan melihat lebih sedikit Perseid.
NASA juga memberikan tips untuk bisa melihat hujan meteor ini. Pertama Anda harus menemukan tempat yang nyaman dan menghindari cahaya terang sebanyak mungkin.
Selain itu NASA juga meminta mata Anda melakukan penyesuaian diri di wilayah yang gelap hingga setengah jam. Perseid muncul sebagai garis cahaya kecil yang cepat.
Sekedar informasi, Hujan Meteor Perseid berasal dari sisa-sisa debu komet 109P/Swift -Tuttle. Namanya berasal dari titik radian atau titik asal munculnya hujan meteor yakni di konstelasi Perseus.
(Dyah Ratna Meta Novia)