Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Aphelion Terjadi 6 Juli, Apa Dampak ke Bumi?

Intan Rakhmayanti Dewi , Jurnalis-Senin, 05 Juli 2021 |15:57 WIB
Fenomena Aphelion Terjadi 6 Juli, Apa Dampak ke Bumi?
Bumi dan matahari (Foto: Istock)
A
A
A

Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau.

Hal tersebut dikarenakan tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan Bumi yang diserap dari cahaya Matahari dan dilepaskan pada malam hari, kemudian dipantulkan kembali ke permukaan Bumi oleh awan.

Mengingat posisi Matahari saat ini berada di belahan Utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin.

Oleh karenanya, angin bertiup dari arah Selatan menuju Utara dan saat ini angin yang bertiup itu dari arah Australia yang sedang mengalami musim dingin.

Dampak yang ditimbulkan adalah penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di Selatan khatulistiwa.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement