Advertisement
Advertisement

Mengenal Water Spout, Fenomena Alam yang Berbeda dari Angin Puting Beliung

Fikri Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 21 Januari 2021 |10:01 WIB
Mengenal <i>Water Spout</i>, Fenomena Alam yang Berbeda dari Angin Puting Beliung
Puting beliung terlihat di waduk Gajah Mungkur Wonogiri (foto: Ist)
A
A
A

"Kejadian ini tak hanya langka, tapi juga termasuk cuaca ekstrem karena menggambarkan badai super sel pada skala ruang yang mikro (puluhan meter),” ujar Erma dalam keterangan resmi LAPAN, Kamis (21/1/2021).

Erma menambahkan, sangat sedikit ditemui bahwa water spout dapat bertahan lama atau bahkan berpindah dari air menuju darat. Karena dukungan kelembapan atau uap air yang dihasilkan oleh suatu permukaan air cenderung memiliki karakteristik yang khas, maka water spout yang pernah terbentuk di suatu area, memiliki potensi besar dapat terjadi lagi di wilayah tersebut.

Terbentuknya awan cumulonimbus yang sangat cepat dapat memicu cuaca ekstrem seperti badai guruh, angin puting beliung, maupun water spout. Hal ini karena puting beliung pada umumnya terjadi akibat pertemuan atau tabrakan antara dua angin yang memiliki karakter berbeda atau karena terjadinya geser angin (wind shear), angin ini kemudian terangkat (updraft), dan diperkuat oleh kondisi ketidakstabilan udara di sekitarnya.

Aktivitas awan cumulonimbus atau cumulus congestus yang intens di suatu tempat juga perlu diwaspadai, karena keadaan tersebut berpotensi membangkitkan puting beliung. Hingga saat ini, puting beliung masih sangat sulit diprediksi.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement