Sedangkan water spout merupakan tornado yang terkoneksi dengan air dan memiliki skala mikro. Maka dari itu, fenomena ini hanya dapat terjadi di atas danau, tambak, sungai, bendungan, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor yang membentuk water spout. Di antaranya didukung temperatur, kelembapan, dan pergeseran angin. Kemudian fase awan cerah yang terbentuk di atas permukaan air. Awan cerah tersebut biasanya dikelilingi oleh awan di sekitarnya yang berwarna abu gelap.
Baca Juga: Heboh Awan Puting Beliung di Wonogiri, Berikut Penjelasan BMKG
Kemudian akan mulai muncul corong berwarna terang yang memanjang dan berbentuk spiral. Corong spiral memanjang itu akan mulai tampak oleh pengamatan visual dan di bagian permukaan air terbentuk percikan air ke segala arah.
Erma menjelaskan, secara visual water spout dapat dikenali dari bentuknya yang seperti suatu belalai atau corong pipa panjang, dan terlihat turun dari suatu awan jenis cumulus congestus atau cumulonimbus.