Hanya saja dalam upaya proteksi itu sama sekali tidak ada bentuk validasi kepemilikan mobil. Titik itulah yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.
"Sistem yang ada memang memiliki metode yang baik untuk mengamankan kendaraan. Hanya saja masih ada celah kecil yang justru sangat fatal. Hanya dengan cara yang sederhana, serangan yang dilakukan akan berakibat fatal," jelas Lennert Wouters.
Dia mengaku sudah memberi tahu Tesla tentang celah keamanan tersebut pada Agustus lalu. Start up mobil listrik yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat itu mengaku akan melakukan pembaruan perangkat lunak dalam wkatu dekat. Termasuk memperbaiki celah yang ditemukan oleh COSIC.
(Amril Amarullah (Okezone))