Hanya saja tim ini menurut Heru tidak efektif. Misalnya saat Pilpres 2019, lembaga-lembaga mitra platform media sosial asing itu dinilai tidak adil dan berat sebelah, sehingga fakta yang dicek dari salah satu kubu sering semua dianggap hoaks.
Berkaca dari fenomena take down di sosial media ini, sekarang sedang ramai dibicarakan warganet bahwa akun yang posting nama atau foto Rizieq Shihab akan terkena take down.
Menurut Heru, keputusan ini mungkin saja muncul karena ada yang melapor ke platform sosial media bersangkutan untuk dilakukan pemblokiran, apapun isu menyangkut yang bersangkutan.
Keputusan take down yang melibatkan Tim Cek Fakta, hingga saat ini tidak dijelaskan alasannya oleh pihak media sosial kepada pengguna dan publik. Sehingga seolah percaya begitu saja apa yang disampaikan Tim Cek Fakta yang dipilih menjadi mitra mereka.
"Memang ini aneh. Itu sudah lama terjadinya. Dan diyakini juga atas masukan Tim Cek Fakta yang memang anti yang bersangkutan (Rizieq Shihab)," tandas Heru.
Pihak media sosial bisa melakukan take down berdasarkan kebijakan di media sosial masing-masing.
(Ahmad Luthfi)