Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Transmisi Manual Mulai Ditinggalkan?

Sindonews , Jurnalis-Kamis, 12 November 2020 |14:59 WIB
Mobil Transmisi Manual Mulai Ditinggalkan?
(Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Transmisi manual pada mobil mulai diragukan efektivitasnya. Kini, banyak produsen mobil mulai mengurangi populasi mobil yang menggunakan transmisi manual.

Mercedes-Benz merupakan salah satu perusahaan otomotif yang sudah memutuskan untuk memasang transmisi manual hanya pada model-model low entry Mercedes-Benz. Tetapi, pada 2030, seluruh mobil besutan Mercedes-Benz hanya hadir dalam transmisi otomatis.

Mercedes-Benz beralasan transmisi manual sangat tidak cocok dengan tuntutan yang ada saat ini. Mulai dari efisiensi biaya produksi dan tuntutan emisi yang diberlakukan di beberapa negara khususnya wilayah Eropa. Dari segi penjualan, pabrikan otomotif juga mulai bersikap realistis. Saat ini penjualan mobil transmisi otomatis begitu dominan ketimbang transmisi manual.

Saat ini banyak orang masih memuja transmisi manual karena memang dianggap masih memberikan koneksi yang kuat antara pengemudi dan mobil. Selain itu anggapan akan tingginya efisiensi bahan bakar yang diberikan transmisi manual masih terus. Padahal saat ini teknologi transmisi otomatis juga tidak kalah menyenangkannya ketika digunakan. Presisi dan koneksi yang terjadi di transmisi manual juga terasa di transmisi otomatis berkat penggunaan teknologi kopling ganda.

"Kondisi ini sama seperti masyarakat melihat electric window, sekarang semua orang sudah menerima dengan sangat terbuka pada transmisi otomatis," ujar Felipe Munoz, analis dari Jato Dynamic dilansir dari Sindonews.com.

Baca juga: Taksi Udara Kerjasama Hyundai-Uber Beroperasi 2028

Baca juga: Terbuat dari Kayu, Supercar Ini Dibuat Selama 8 Tahun

Tuntutan untuk menggunakan transmisi otomatis semakin mendesak karena hadirnya teknologi elektrifikasi mulai dari hybrid hingga full battery. Teknologi itu hanya bisa didukung oleh transmisi otomatis.

Begitu juga dengan tuntutan emisi yang sesuai regulasi. Transmisi manual dianggap tidak bisa memberikan optimalisasi mesin dalam menekan angka emisi. Pasalnya pengguna transmisi manual hanya bisa memperkirakan kapan terjadinya perpindahan transmisi berdasarkan keputusannya sendiri.

Sementara perpindahan transmisi otomatis dilakukan secara komputerisasi. Perhitungannya sudah dilakukan dengan teliti guna mendapatkan tingkat emisi yang telah ditentukan. "Menggunakan transmisi manual itu kerap membuang-buang waktu, karena perpindahannya dilakukan secara individual berdasarkan keinginan penggunanya," ucap Marcus Keith, Seat Chief of Vehicle Development.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement