HIMALAYA yang memiliki puncak tertinggi di dunia yakni Gunung Everest sering disebut sebagai rumah cadangan salju glasial terbesar di luar Arktik dan Antartika. Ini juga alasan mengapa banyak orang menyebutnya sebagai "kutub ketiga".
Namun beberapa waktu lalu peneliti melaporkan mendeteksi bola tar karbon coklat di Himalaya. Ini diduga dampak dari polusi industri, dan diprediksi bakal mempercepat pencairan glasial di sana.
Baca juga: Rusia Akan Buat Film di Stasiun Luar Angkasa, Dibintangi Wanita Tangguh
Penelitian baru menganalisis komposisi partikel udara di atas pegunungan yang membentang dari India, Pakistan, Afghanistan, China, Bhutan, dan Nepal tersebut. Studi yang diterbitkan di jurnal Environmental Science and Technology Letters mengungkap 28 persen dari partikel udara itu terdapat bola tar.