Dari kerja keras selama satu dekade itu akhirnya terciptalah SSC Tuatara. Jerod mengaku menghabiskan uang hingga jutaan dollar untuk membuat mobil itu. Mobil yang didesain oleh desainer Pininfarina, Jason Castriota itu menggendong mesin V8 berkapasitas 5,9 liter biturbo yang bisa menggelontorkan tenaga 1.750 daya kuda dengan bensin E85 dan 1.350 daya kuda dengan bensin RON 91.
Dan akhirnya kerja keras dan pengeluaran besar itu terbayar sudah. SSC Tuatara dinobatkan sebagai mobil terkencang di dunia setelah dua kali melaju dengan kecepatan rata-rata 508,73 kilometer per jam. Sebuah catatan yang akan sulit untuk dikalahkan hingga satu dekade ke depan.
"Sebelumnya banyak orang bertanya, apakah kami pantas berada di dunia hypercar. Rekor ini jawabannya, dan ini menjadi manis buat kami karena kami melakukannya dengan sebuah kantor kecil. Kami berhasil melampaui sesuatu yang telah diraih oleh merek yang memiliki sejarah yang kuat, mapan, dana yang tidak terbatas dan insinyur-insinyur kelas dunia," ungkap Jerod.
Saat ini Jerod memang menunggu jawaban dari berbagai pabrikan mobil super dunia lainya atas capaiannya itu. Sambil menunggu Jerod justru sudah bermimpi lagi, kali ini dia ingin membuat SSC Tuatara kecil, yang harganya lebih terjangkau masyarakat luas.
"Mobil itu akan memungkinkan banyak orang memilikinya dan merasakan bagaimana sensasinya berada di mobil pemegang rekor kecepatan," pungkasnya. (Wahyu Sibarani)
(Widi Agustian)