Stephen Bosi, dosen senior fisika terapan University of New England di Armidale, Australia, juga mendukung teori antena dipol tersebut. Idenya didasarkan pada asumsi bahwa bagian buah anggur yang simetris beresonansi seperti sinyal radio yang masuk.
"Ketika gelombang dengan panjang tertentu menghantam objek dengan ukuran yang tepat, gelombang tersebut akan pas di dalam atau di sekitar objek tersebut. Hal itu yang menyebabkan gelombang berosilasi sangat kuat," jelas Stephen. Hasil dari proses inilah yang disebut plasma.
Baca juga: Ilmuwan Temukan 69% dari Kosmos Berisi Materi Energi Gelap
(Hantoro)