SEBUAH studi yang dipublikasikan jurnal Science Advances pada Jumat lalu menyebut lebih dari 500 spesies mamalia akan punah pada abad ini. Studi ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan asal Eropa dengan melibatkan sejumlah catatan fosil sejak 126.000 tahun terakhir.
Catatan ini berisi 351 spesies mamalia yang telah punah sejak periode Pleistosen akhir. Penelitian dilakukan menggunakan model Bayesian dan metode prediksi posterior untuk menguji hipotesis penyebab kepunahan.
Baca juga: Peneliti Kembangkan Kalkulator Penghitung Umur Manusia
Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa kepunahan masa lalu hanyalah "puncak gunung es". Di mana diperkirakan bakal ada kepunahan lebih besar yang terjadi di abad ini. Mirisnya, manusia menjadi penyebab utama kepunahan itu dan ini sebenarnya sudah terjadi sejak periode Paleistosen akhir.
Secara umum dari hasil penelitian diketahui bahwa kepunahan spesies mamalia dunia telah mengalami peningkatan sebesar 1.700 kali lipat. Hal ini merupakan hasil yang didapat dari perbandingan dengan masa awal periode Paleistosen akhir.
"Proyeksi ini menjadi suram, pasalnya dengan setiap spesies yang hilang, kami kehilangan bagian unik dari sejarah alam Bumi," ujar Tobias Andermann, penulis utama studi dari Pusat Keanekaragaman Hayati Global Gothenburg dan Universitas Gothenburg, dikutip dari Science Times, Senin (7/9/2020).